Connect with us

Bendung Isu SARA, Utamakan Rasionalitas dan Perkuat Persaudaraan

KABAR

Bendung Isu SARA, Utamakan Rasionalitas dan Perkuat Persaudaraan

SYIARNUSANTARA.ID – Isu berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang marak belakangan ini menjadi sorotan banyak pihak. Salah satunya disoroti Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Lembaga ini pun mengimbau masyarakat untuk menjaga ukhuwah atau persaudaraan sebagai bangsa Indonesia dan mengedepankan rasionalitas.

Hal ini ditegaskan Ketua Lembaga Dakwah PBNU, Maman Imanulhaq, kepada media di Jakarta, beberapa waktu lalu. Ia pun menekankan ada tiga ukhuwah yang harus dipegang oleh masyarakat Indonesia. Yaitu ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah basariyah.

“Saya sebagai ketua Lembaga Dakwah PBNU, meminta kepada masyarakat untuk tetap mengedepankan rasionalitas dan menjaga hubungan ukhuwah atau persaudaraan. Ukhuwah yang dimaksud adalah ukhuwah Islamiyah, ukhuwah persaudaraan atas dasar nilai-nilai keislaman, sebagai sesama Muslim kita harus menjaga itu,” ujar Maman.

Ukhuwah wathoniyah atau persaudaraan sebagai bangsa, ujarnya, penting diperkuat. Apalagi, Maman mengungkapkan, bangsa Indonesia berdiri dari berbagai macam perbedaan baik suku, agama, bahkan bahasa. Karena itu, ia menghimbau, sebagai anak bangsa, kita harus komitmen untuk tetap menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

“Bangsa yang memang terlahir sebagai sebuah komunitas berbeda, baik suku bangsa, bahkan bahasa. Tapi kita menjaga komitmen kebangsaan kita bahwa kita satu Indonesia, Satu Indonesia, bangsa Indonesia, dan bahasa Indonesia,” jelasnya.

Yang tak kalah pentingnya, ujar Maman, juga memperkokoh ukhuwah basariyah. Ia meminta masyarakat untuk lebih mengembangkan toleransi dan memberikan penghargaan sembari tidak mudah mencaci maki sesama karena perbedaan warna kulit dan agama.

Maman juga juga mengimbau kita harus saling menyayangi sesama manusia sebagai umat Tuhan yang tunggal. “Kalau kita yakin, bahwa Tuhan satu, kita harus bersatu. Kalau kita yakin Tuhan tunggal, maka kita harus manunggal, mengenal, saling menyayangi, saling mencintai satu sama lain,” imbaunya.

Maman berharap, melalui toleransi dan sikap penghargaan yang dimiliki masyarakat menjadikan bangsa Indonesia sebagai contoh bagi dunia. Kendati memiliki banyak perbedaan, ujarnya, Indonesia bisa tetap mempertahankan keutuhan negara dan menghormati seluruh masyarakatnya.

“Tidak ada kebaikan sama sekali jika kita terpecah belah. Tidak ada manfaat sama sekali kalau kita terus curiga, menebar fitnah, menumbuhkan konflik di antara kita,” ujarnya.

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top