Connect with us

Mendagri: Radikalisme dan Kemajuan Teknologi Ancaman bagi Nasionalisme

KABAR

Mendagri: Radikalisme dan Kemajuan Teknologi Ancaman bagi Nasionalisme

SYIARNUSANTARA.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, setelah sekian lama berdiri sebagai bangsa, ancaman dan tantangan akan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak selangkah pun surut.

Bahkan, ujarnya, kemajuan teknologi digital bisa menjadi lading suburnya radikalisme dan terorisme. “Melalui kemajuan teknologi, radikalisme mendapat medium baru untuk penyebaran paham dan praktiknya,” ucap Tjahjo.

Sebagai langkah untuk mengantisipasi hal ini, mantan Sekjen PDI Perjuangan ini menyatakan, strategi kebudayaan dengan melestarikan Bhinneka Tunggal Ika merupakan benteng paling kuat dalam menanggulangi ancaman atas keutuhan NKRI.

“Memasyarakatkan dan melaksanakan Nawacita terutama poin 9 untuk mendukung poin 8 dengan membangun pusat-pusat kebudayaan,” katanya.

Butir kedelapan Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yaitu ‘Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.’

Sementara butir kesembilan Nawacita yakni ‘Memperteguh kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga.’

Di sisi lain, ujarnya, sumber daya manusia (SDM) yang mempunyai jiwa nasionalisme kebangsaan dan memiliki cita-cita mulia untuk melepaskan diri dari penjajahan juga penting dimiliki bangsa Indonesia.

“Sebab dari SDM yang unggul inilah semangat kebangkitan nasional dimulai,” kata Tjahjo.

Di tengah era globalisasi sekarang, Tjahjo mengingatkan, seluruh komponen bangsa perlu diingatkan agar mewaspadai kelompok yang ingin merusak persatuan.

“Prinsipnya kita semua harus saling mengingatkan. Mari berani tentukan sikap siapa kawan, siapa lawan bagi individu dan kelompok yang ingin merusak serta mengganti Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top