Connect with us

Jokowi: Konstitusi Pelindung Kemajemukan

KABAR

Jokowi: Konstitusi Pelindung Kemajemukan

SYIARNUSANTARA.ID – Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa konstitusi adalah pelindung kemajemukan dan keragaman, baik keragaman berpendapat yang merupakan ciri negara demokrasi maupun keragaman etnis, budaya, dan agama.

Ia juga menambahkan, konstitusilah yang menjaga agar tidak ada satu pun kelompok yang bisa memaksakan kehendak tanpa menghormati hak-hak warga negara yang lain.

“Sebagai negara demokrasi, Indonesia menjadikan konstitusi sebagai rujukan utama dalam membangun praktik demokrasi yang sehat,” tuturnya dalam acara pembukaan simposium internasional bertema “Mahkamah Konstitusi sebagai Pengawal Ideologi dan Demokrasi dalam Masyarakat Majemuk” di Auditorium Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah (9/8/2017).

Jokowi menuturkan konstitusi memastikan perimbangan kekuasaan antarlembaga negara agar bisa saling kontrol dan mengawasi. Karena itu, ujarnya, konstitusi juga menjadi rujukan bahwa tidak ada satu pun institusi yang memiliki kekuasaan mutlak.

“Sebagai negara demokrasi, konstitusilah yang menjaga agar tidak ada satu pun kelompok yang memaksakan kehendak, apalagi sebagai diktator,” katanya.

Menurut Jokowi, dalam negara konstitusi, tidak ada warga negara kelas satu atau dua, yang ada adalah warga negara Indonesia. Sebagai negara demokrasi, tidak satu pun institusi di Indonesia yang memiliki kekuasaan mutlak.

Yang justru menjadi tantangan sekarang, ujarnya, bagaimana membuat nilai dan semangat konstitusi dapat dipahami secara baik oleh generasi muda.

Tantangan dalam berkonstitusi tidak mudah seiring dengan situasi dunia yang berubah dengan cepat. Menurut dia, muncul banyak hal baru, seperti radikalisme, terorisme, globalisasi, perdagangan narkoba, perdagangan manusia, penyelundupan senjata, dan kejahatan cyber.

“Generasi juga berganti. Sekarang, kita banyak bertemu dengan anak muda yang menjadi generasi milenial atau generasi Y yang memiliki cara berpikir berbeda dengan generasi sebelumnya,” tuturnya.

Karena itu, ujarnya, peran Mahkamah Konstitusi (MK) di setiap negara menjadi penting. MK, kata Jokowi, berperan menginterpretasikan konstitusi sehingga bisa terus menjadi pegangan dan muara inspirasi bangsa dan negara dalam menjawab tantangan-tantangan baru.

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top