Connect with us

Hati-hati, 11 Juta Orang Berpotensi Jadi Radikal!

KABAR

Hati-hati, 11 Juta Orang Berpotensi Jadi Radikal!

SYIARNUSANTARA.ID – Sebanyak 11 juta orang ditengarai berpotensi atau bersedia melakukan tindakan radikal. Data itu berdasarkan hasil survei tentang radikalisme dan intoleransi yang dilakukan Wahid Institute.

Direktur Wahid Institute Yenny Wahid menyampaikan hal itu dalam diskusi Simposium Nasional, beberapa waktu lalu. Putri Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid itu mengatakan, survei tersebut dilakukan pada 1.520 responden dengan metode multi stage random sampling.

Survei tersebut menemukan, sebanyak 0,4 persen penduduk Indonesia pernah bertindak radikal. Sementara itu, 7,7 persen mau bertindak radikal kalau memungkinkan.

“Kalau dari populasi berarti 600 ribu pernah bertindak radikal dan 11 juta orang mau bertindak radikal. Sama seperti penduduk Jakarta dan Bali,” kata Yenny.

Menurut Yenny  penyebab berkembangnya radikalisme di Indonesia adalah kesenjangan ekonomi dan ceramah sarat kebencian.

“Salah satunya karena kesenjangan, kalau miskin bareng kalau kaya bareng, itu komunal. Kalau di sini terpapar ceramah yang berbau kebencian pada ustaz yang mengajarkan jihad itu perang. Jadilah orang yang rentan radikal,” katanya.

Orang yang terekspose kebencian, ujarnya, mudah terpapar radikalisme.

Karena itu, ia mengajak masyarakat Indonesia untuk memastikan muatan kebencian tidak beredar di masyarakat.

“Jangan biarkan ruang publik dikuasai pihak yang menyebarkan kebencian,” ujar Yenny.

Yenny juga menjelaskan soal salah kaprah masyarakat mengenai keterkaitan antara tingkat pendidikan dan ekonomi dengan radikalisme.

Selama ini, ujarnya, sebagian orang menganggap radikalisme dekat dengan kelompok berpendidikan rendah dan berpenghasilan kecil.

Namun, “Ternyata enggak ada hubungannya sama sekali. Contoh Bahrun Naim, S2 UI dan anak saudagar batik di Solo, dia sekarang di ISIS.”

Karena itu, ujarnya, radikalisme menjadi tantangan berat bagi Indonesia.

Untungnya, ujar Yenny, kita punya modal, yaitu Pancasila. Demokrasi Pancasila, kata Yenny, adalah sintesa yang luar biasa.

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top