Connect with us

Polisi Ungkap Sindikat Bisnis Penyebar Berita Hoax dan SARA

KABAR

Polisi Ungkap Sindikat Bisnis Penyebar Berita Hoax dan SARA

SYIARNUSANTARA.ID – Divisi Siber Bareskrim Mabes Polri berhasil mengungkap sindikat kasus penyebaran ujaran kebencian terkait SARA. Tiga tersangka yang sudah tertangkap saat ini, JAS (Jasriyadi), FTN (Faizal Muhammad Tonong), dan SRN ternyata merupakan bagian dari kelompok yang sama.

Ketua sindikat itu, JAS (Jasriyadi) ditangkap di Riau, sedangkan Ketua Bidang Media Informasi FTN (Faizal Muhammad Tonong) ditangkap di Koja, Jakarta Utara pada 21 Juli 2017 lalu, dan terakhir wanita berinisial SRN ditangkap pada 5 Agustus 2017 lalu di daerah Cianjur, Jawa Barat.

Sehari-harinya, JAS memiliki usaha rental mobil, sedang kedua lainnya menjadi wirausaha yang kerjanya serabutan. Ketiganya menjadi anggota kelompok yang sama bernama ‘Saracen’, dan terbiasa berkomunikasi melalui grup bernama ‘SARA Chat’.

Dari barang bukti yang ada, polisi berhasil menyita 50 kartu prabayar, 5 Hard Disk, 1 komputer, dan 1 laptop, gawai, 5 USB, dan 1 kartu memori dari tersangka utama JAS.

Dari tersangka kedua FTN, polisi menyita 1 gawai merek Lenovo, 1 kartu memori, 1 USB, dan 5 kartu prabayar. Dari SRN, polisi mengambil 1 laptop, 1 Hard Disc, 1 gawai merek ASUS, 1 gawai merek Nokia, 1 kartu memori, dan 3 kartu prabayar.

Menurut AKBP Susatyo Purnomo, sindikat itu menyebarkan ujaran melalui Facebook, Twitter, dan bahkan melalui situs sendiri, yakni saracennews.com. Uniknya, situs tersebut masih belum diblokir oleh Kemenkominfo.

“Mereka juga mempunyai media sehingga rating-nya cukup tinggi,” jelas Susatyo.

Susatyo menjelaskan bahwa jaringan penyebar ujaran kebencian ini sangat luas. Tidak tanggung-tanggung, ketiga tersangka ini hanyalah sebagian dari 800 ribu dugaan pelaku ujaran kebencian.

“Yang perlu kami garisbawahi, ini adalah salah satu dari banyak kelompok yang masih kami cari dan kami kejar,” pungkas Susatyo Purnomo.

Terhadap ketiga pelaku ini polisi menjeratnya dengan dugaan melakukan tindak pidana ujaran kebencian atau hate speech dengan konten SARA sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 juncto pasal 28 tahun 2016 UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top