Connect with us

Lokalitas Haji dan Umroh

Ensiklopedi

Lokalitas Haji dan Umroh

Haji dan umrah tidak murni ajaran Nabi Muhammad saw. Ada budaya Arab yang mendorong eksistensi ritual di Makkah dan sekitarnya itu.

Jauh sebelum Rasullah mewartakan Islam, orang-orang Arab sudah melaksanakan haji di bulan Dzul Hijjah dan umroh di selain bulan haji. (lih., Ali Husni Al-Kharbuthali, Al-Ka`bah `ala Marril `Ushûr, Cairo: Darul Maarif, 1967, h. 24)

Tindakan masyarakat Arab pra kenabian Muhammad saat haji sama dengan yang dilakukan umat Islam hingga saat ini. Mereka bertalbiyah, berpakain ihrâm, berthawâf, bersa`i, bertahalul, berwuqûf di Arafah, bermalam di Muzdalifah dan di Mina serta melempar batu jumrah.

Saat berumroh (haji kecil), mereka juga tidak melakukan kegiatan haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Yang mereka lakukan adalah pengucapan pemenuhan panggilan Tuhan (talbiyah), penggunaan pakaian tak berjahit tanpa tutup kepala dan tutup mata kaki (ihram untuk pria), mengelilingi Ka`bah sebanyak tujuh putaran (thawâf), berlari-lari kecil di antara Shafa dan Marwa (sa`i) dan memotong rambut (tahalul).

Mereka melakukan ritual tersebut karena memuja Ka`bah dan Makkah, serta mengagungkan Ibrahim dan anaknya yang bernama Ismail. Bagi mereka, Ismail adalah pioner orang Arab. Bersama ayahnya, Ismail diyakini sebagai pembangun Ka`bah.

Bangunan berbentuk kubus itu dimuliakan oleh bangsa Arab. Kegiatan Nabi Ibrahim as. bersama anak (Nabi Ismail as.) dan istrinya (Hajar) di Ka`bah dan sekitar Makkah direkam oleh bangsa Arab dan diulangi sebagai ritual haji dan umroh.

Betapa masyarakat Arab menyanjung Ka`bah, Makkah dan kegiatan haji dan umroh bisa disimak dari syair Zuhair ibn Abu Salma. Penyair Arab klasik yang meninggal 54 tahun sebelum hijrah itu bersajak:

Faaqsamtu bil baitil ladzî thâfa haulahu # rijâlun banûhu min quraisyin wa jarrihim.”

Aku bersumpah dengan rumah yang dikelilingi # pria-pria dari Quraisy dan tetangga mereka.

(Lih., Khalil Abdul Karim, Al-Judzûrut Târikhiyyah lisy Syarî`atil Islâmiyyah, Cairo: Sina lil Nasyr, 1997, h. 21)

Setelah Muhammad memproklamirkan diri sebagai nabi dan rasul, penyanjungan Ibrahim, Ismail, Ka`bah dan Makkah terus berlanjut. Haji dan umroh juga tetap dilaksanakan oleh pengikutnya hingga sekarang. Al-Quran memantapkan semua itu.

Di surat Maryam ayat 54, Al-Quran menyebut Ismail sebagai orang yang janjinya dapat dipercaya (shâdiqal wa`d). Di surat Al-Baqarah ayat 127, Al-Quran menyatakan bahwa pendiri Ka`bah adalah Ibrahim dan Ismail. Ayat 125 surat Al-Baqarah menetapkan tempat Ibrahim mendirikan Ka`bah sebagai tempat shalat. Ayat 97 surat Ali Imran menjamin keamanan bagi orang yang masuk Makkah. Ayat 158 surat Al-Baqarah mengafirmasi ritual haji dan umroh.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa haji dan umrah yang dilakukan umat Islam hingga saat ini adalah kelanjutan ritual Arab kuno. Ada lokalitas yang khas di dalam pelaksaan haji dan umroh.

Jika haji dan umroh terkait erat dengan budaya Arab, apakah orang non Arab yang punya budaya lain harus melaksanakannya? Adakah nilai-nilai universal haji dan umroh yang mendorong orang Islam dari latar belakang manapun untuk menjalankannya? Pertanyaan terakhir itu akan dijawab oleh tulisan berikutnya, yang berjudul “Universalitas Haji dan Umroh”.[]

Print Friendly, PDF & Email
Zainul Maarif

Dosen dan Peneliti di bidang Filsafat dan Agama. Alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir ini telah mempublikasikan beberapa buku: "Imam Syafi'i: Ar-Risalah" (2018), "An-Naisaburi: Kitab Kebijaksanaan orang-orang Gila" (2017), "Logika Komunikasi" (2015, 2016), "Ibnu Arabi: Rahasia Asmaul Husna" (2015), "Retorika: Metode Komunikasi Publik" (2014, 2015), "Pos-Oksidentalisme: Identitas dan Alteritas Pos-Kolonial" (2013), "Filsafat Yunani" (2012), "Al-Jauziyah: Surga Yang Dijanjikan" (2011), "Pos-Oksidentalisme: Dekonstruksi atas Oksidentalisme Hassan Hanafi" (2007), "Sosiologi Pemikiran Islam" (2003), "Dekonstruksi Islam: Elaborasi Pemikiran Hassan Hanafi dan Nasr Hamid Abu Zaid" (2003).

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Ensiklopedi

To Top