Connect with us

MUI: Medsos Bukan Sandaran Ilmu

KABAR

MUI: Medsos Bukan Sandaran Ilmu

SYIARNUSANTARA.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat luas, terutama bagi warga yang baru atau pemula dalam kajian ilmu, untuk tidak menggunakan media sosial (medsos) sebagai sandaran utama keilmuan.

Himbauan tersebut disampaikan Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyatakat MUI Pusat KH Muhammad Cholil Nafis. Ia menjelaskan media sosial bukanlah sandaran ilmu atau guru. Menurutnya, media sosial hanya sekadar sarana memberi wawasan untuk melihat pandangan yang lebih banyak dari berbagai latar pemikiran.

Ia menjelaskan, guru bukan hanya memberi ilmu pengetahuan tetapi juga membimbing mana yang baik, buruk, atau lebih utama. Cholil mengimbau, seharusnya media sosial dan platform lain di internet seperti Google ditempatkan sebagai referensi.

Kendati sebagai referensi yang memberikan berbagai pandangan dari berbagai pemikiran, ujarnya, validatas informasi dalam media sosial sering kali tidak jelas. Pasalnya, kata dia, informasi di medsos disiarkan secara parsial.

Cholil menambahkan, informasi di medsos pun tidak bisa diterapkan pada semua kondisi. Apalagi, ujarnya, sumber informasi dalam media sosial tidak berasal dari satu tempat atau satu negara sehingga memiliki pola pikir atau pemahaman masalah yang berbeda.

“Kalau hendak mencari guru, masyarakat sebaiknya mencari guru yang memiliki rekam jejak kelimuan yang jelas. Guru yang dipilih harus punya keteladanan dalam ilmu serta punya jiwa membimbing dan mengayomi masyarakat,” kata Ustad Cholil.

Ia menyatakan, orang yang belajar tetap membutuhkan guru untuk menentukan validitas ilmu itu. Seorang guru dibutuhkan, ujarnya, terutama bagi pemula yang belum bisa mencerna dalil dan belum bisa mengklasifikasi benar dan salah dengan alat yang ada seperti ilmu nahwu, ushul fiqih, dan balaghah.

Sebelumnya himbauan ini, MUI Kota Palu pernah mengimbau agar umat Islam di daerah tersebut untuk tidak menjadikan media sosial sebagai guru agama. Lembaga ini berpendapat, medsos bukan guru agama yang tepat untuk menimba ilmu pengetahuan tentang agama.

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top