Connect with us

KH Ma’ruf Amin: Karakter Dakwah NU Santun dan Toleran

KABAR

KH Ma’ruf Amin: Karakter Dakwah NU Santun dan Toleran

SYIARNUSANTARA.ID – Rois Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menegaskan, karakter dakwah NU haruslah berdasarkan layyinah (kesantunan), tathawwu (kesukarelaan), la ikrahian wa la ijbaran (tidak memaksa), tasamuhian (toleran), serta la ananiyan wa la ashabiyan (tidak memihak atau partisan).

Hal itu disampaikan dalam jamuan makan malam bersama Dubes RI dan komunitas Islam di Belanda di Aula Nusantara, KBRI Den Haag, beberapa waktu lalu.

Rois Aam PBNU KH Ma’ruf Amin berada di Belanda untuk menghadiri Seminar Internasional Halal Food dengan tema “Future Challenges in Halal Paradigm: Toward Integration of Sustainability and Fairness in the Concept of Halal Food” di Universitas Wageningen, dihadiri oleh para akademisi dan praktisi halal di Eropa.

Dalam amanatnya, Kiai Ma’ruf mengatakan agar NU Belanda dalam menjalankan perannya selalu berpedoman pada ukhuwah islamiyah, wathaniyah dan insaniyah.

“Agar ajaran Islam yang rahmatan lil aalamin dapat ditransformasikan dengan baik di kalangan masyarakat Eropa,” tutup Kiai Ma’ruf.

Ia juga menegaskan, Indonesia adalah negara darul ahdi, bukan dar al-shulhi, apalagi darul harbi.

“Para ulama pendiri bangsa telah bersepakat bahwa Indonesia adalah darul ahdi, bukan dar al-shulhi, apalagi darul harbi,” ujar Kiai Ma’ruf.

Dengan begitu, ujarnya, seluruh warga bangsa Indonesia  dan warga negara telah terikat oleh hubungan interdepedensi (muahhadah) dengan sesamanya.

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top