Connect with us

RUU Masyarakat Adat Dipastikan Berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika

KABAR

RUU Masyarakat Adat Dipastikan Berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika

SYIARNUSANTARA.ID – Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang kini digodok di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dipastikan mengandung nilai-nilai yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika.

Pasalnya, setiap masyarakat adat di berbagai daerah merupakan pondasi bagi pilar kebangsaan nasional. Apalgi, semboyan Bhinneka Tunggal Ika dianggap sebagai alat pemersatu bangsa dalam masyarakat adat yang begitu beragam di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan anggota Badan Legislasi DPR RI Muchtar Luthfi Andi Mutty. Menurutnya, keberagaman adat di masyarakat merupakan pondasi sekaligus kekayaan yang harus dihargai.

“Kita tidak mungkin bicara Bhinneka Tunggal Ika kalau kita mengabaikan masyarakat adat ini karena mereka adalah fondasi Bhinneka Tunggal Ika itu sendiri,” katanya.

Menurutnya, hingga kini, Baleg DPR RI terus berupaya menyempurnakan RUU Masyarakat Adat. Salah satunya, ujar dia, dengan melakukan rapat harmonisasi dengan men­dengarkan paparan dari tim ahli.

Pihaknya juga berupaya mendengarkan masukan mengenai hasil pengkajian, pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi RUU tersebut.

Ia berpendapat Bhinneka Tunggal Ika ialah wawasan kebangsaan Indonesia yang ada dalam tataran konseptual, sementara masyarakat hukum adat ialah perwujudan dari wawasan kebangsaan itu.

Sebelumnyya pada Maret lalu, Presiden Joko Widodo meyakini RUU Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat ini menguntungkan masyarakat adat di Indonesia.

RUU ini,, ujarnya, dapat memperkuat pengakuan terhadap hak-hak masyarakat hukum adat atas kepemilikan lahan hutan. Selain itu, hak-hak politik mereka akan dilindungi dengan undang-undang.

 

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top