Connect with us

Presiden Jokowi: Radikalisme Yang Ancam Pancasila, Bukan PKI

KABAR

Presiden Jokowi: Radikalisme Yang Ancam Pancasila, Bukan PKI

SYIARNUSANTARA.ID – Presiden Joko Widodo menegaskan radikalisme dan terorisme merupakan ancaman terbesar bagi Pancasila. Ancaman tersebut, menurutnya, muncul sejak terjadinya “infiltrasi ideologi” untuk menggantikan Pancasila sebagai dasar negara.

Jokowi menegaskan  komunisme bukanlah ancaman terbesar bagi Pancasila sebagai dasar negara. Ancaman terbesar, ujarnya, adalah radikalisme.

“Sekarang ini telah terjadi infiltrasi ideologi yang ingin menggantikan Pancasila dan memecah belah kita,” katanya dalam pidato dalam Pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia di Bali  (26/9/2017).

Karena itu, ujarnya, pabila kita semua masih cinta Indonesia, kita harus menghentikan infiltrasi ideologi, radikalisme, dan terorisme di perguruan tinggi seluruh Indonesia agar rasa persatuan dan persaudaraan semakin kuat.

“Jangan sampai hasil kerja keras untuk anak cucu kita hancur karena terorisme dan radikalisme sehingga bangsa kita jadi bangsa yang mundur,” kata Jokowi.

Ia menambahkan, jangan sampai kampus-kampus menjadi lahan penyebaran ideologi anti-Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pesan tersebut disampaikan Jokowi di tengah isu kebangkitan komunisme berembus. Berbagai kalangan belakangan ini ramai-ramai menyuarakan bahaya PKI di Indonesia dan ditengarai akan bangkit kembali.

Namun, pemerintah melihat paham maupun gerakan radikalisme merupakan ancaman lain yang jauh lebih mendesak dan menyerukan masyarakat agar menjunjung tinggi asas kebhinekaan.

“Tanamkan bahwa kebinekaan adalah sumber kekuatan bangsa Indonesia dan betapa kita ini sangat beragam. Negara ini kokoh menjadi satu dengan dasar Pancasila. Dengan bekerja bersama, marilah kita rawat NKRI. Perkuat Pancasila, tolak radikalisme dan terorisme,” kata Jokowi.

 

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top