Connect with us

Imigran Italia Bersekutu Perangi Terorisme

KABAR

Imigran Italia Bersekutu Perangi Terorisme

SYIARNUSANTARA.ID – Para imigran di Italia menggalang persatuan dan diharapkan dapat meningkatkan perdamaian sosial. Bersatunya para imigran ini juga diharapkan dapat menerapkan kebijakan ekonomi yang sesuai untuk memerangi kemiskinan.

Tercapainya dua faktor tersebut dirasa dapat memerangi terorisme. Imam Masjid Roma (masjid terbesar di dunia barat) yang juga Profesor studi Islam di Universitas Al-Azhar di Kairo Ramadan El Sayed, mengatakan, para imam diharapkan dapat memfasilitasi integrasi para imigran Muslim. Hal itu dapat diwujudkan dengan mengadakan dialog, konferensi, bahkan pertemuan antara Muslim dan non-Muslim.

“Penting untuk memberikan khotbah dalam bahasa negara Anda menetap, tanpa mengisolasi komunitas Muslim. Saya selalu menyampaikan khotbah dalam bahasa Arab dan bahasa Italia agar semua orang bisa mengerti,” ujarnya.

Saat ini ada sekitar 2 juta Muslim di Italia, yang sebagian besar berasal dari Maroko, Mesir dan Tunisia. Organisasi Internasional untuk Migrasi juga menyebutkan di tahun 2016 sebanyak 360 ribu imigran datang dari Afrika Utara dan ditahun 2017 lebih dari 134 ribu mendarat di pantai Italia.

Sementara itu, penelitian yang dilakkukan Pew Research Center yang berbasis di Washington DC menyebutkan, komunitas Islam di Italia akan tumbuh mencapai 3 juta di 2030.

Jumlah yang terbilang fantastis. Karena itu, integrasi imigran menjadi perbincangan yang hangat di Italia. Parlemen Italia juga memberikan kewarganegaraan bagi mereka yang lahir di Italia sedang orang tuanya adalah warga negara asing atau hukum ius soli.

“Saya mendukung undang-undang ius soli, karena ini solusi untuk mendukung integrasi,” kata El-Sayed. Paus Francis juga memberikan dukungan terhadap undang-undang tersebut.

Selama ini masyarakat di Italia mempersepsikan bahwa umat Islam adalah teroris. Banyak yang berpendapat juga Islam membelenggu hak-hak perempuan.

Menanggapi hal tersebut El-Sayed menegaskan, bahwa ekstrimisme dan terorisme adalah kejahatan politik, tidak ada kaitannya dengan agama.

Islam, ujarnya, menyerukan perdamaian bahkan melarang pertumpahan darah. Terorisme, kata El-Sayed, tidak dapat dikalahkan hanya dengan menerapkan tindakan pengamanan tapi membutuhkan solusi sosial dan budaya serta kebijakan ekonomi yang ditujukan untuk memerangi kemiskinan.

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top