Connect with us

Sultan HB X: Jangan Ada Lagi Pengkotak-kotakan Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan

KABAR

Sultan HB X: Jangan Ada Lagi Pengkotak-kotakan Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan

 

SYIARNUSANTARA.ID – Indonesia kini tengah bersiap menghadapi globalisasi. Untuk itu, seluruh elemen bangsa diimbau untuk mempererat persatuan dan keutuhan bangsa bila ingin memenangkan persaingan dengan bangsa-bangsa lainnya.

Di sisi lain, pengkotak-kotakan antar suku, etnis maupun golongan sudah saatnya diakhiri, demi membangun kejayaan Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat peresmian nama ruas-ruas jalan arteri Yogyakarta, (3/10/2017).

Sultan menambahkan, masyarakat jangan hanya disibukkan dengan membicarakan pro dan kontra terhadap suatu masalah. Menurutnya, seharusnya Indonesia membangun kebersamaan, tidak lagi berbicara mengatasnamakan dirinya sendiri.

“Kenapa kita bicara aku sedang orang lain kamu, sedangkan aku dan kamu bagian satu bangsa yang perlu diperlakukan sama,” ujarnya.

karena itu, ia berharap, semua elemen bangsa bisa mawas diri agar tidak lagi ada prasangka terhadap orang lain. Terlebih kepada para pemimpin yang tentu bisa jadi benih-benih pembeda di antara sesama bangsa Indonesia, yang seharusnya sudah mampu menuai kejayaannya.

“Sudah waktunya Nusantara menuai kebesarannya seperti yang pernah dibangun pendiri-pendiri kita raja-raja terdahulu,” kata Sultan.

Kebesaran kerajaan-kerajaan yang ada di tanah Indonesia dulu, kata dia, benar-benar jadi magnet dunia. Sebagai contoh, Kerajaan Sriwijaya pada abad ketujuh, Kerajaan Majapahit pada abad 14.

Sekarang pada abad 21 saat semua kerajaan itu bersatu, kata Sultan, seharusnya dapat pula mengembalikan kejayaan yang ada.

Untuk itu, ia menyarankan, rekoniliasi menatap masa depan merupakan langkah yang sangat penting. Apalagi, ujarnya, Indonesia berada dalam posisi yang paling strategis, terutama untuk ekspor dan impor.

Sultan menegaskan, globalisasi yang terjadi di dunia semakin membuat Indonesia menjadi strategis.

“Visi DI Yogyakarta memanfaatkan samudera Hindia jadi pintu gerbang masa depan, bagaimana bangsa ini menatap masa depan, bagaimana masyarakat milenia yang akan menikmati masa depan punya daya saing,” kata dia.

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top