Connect with us

Kementerian Agama Bekali Dosen PAI tentang Moderasi Islam

Uncategorized

Kementerian Agama Bekali Dosen PAI tentang Moderasi Islam

SYIARNUSANTARA.ID – Kementerian Agama memberikan penguatan wawasan keagamaan bagi para dosen pendidikan agama Islam (PAI) di perguruan tinggi umum. Kegiatan “Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAI pada PTU” ini diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam di Serpong. Kegiatan ini berlangsung dari 17-19 Okober 2017.

Kementerian Agama merilis, salah satu narasumber yang dihadirkan adalah Habib Umar Al-Hafizh, pimpinan Majelis Dar al-Musthafa, Yaman. Ulama kelahiran Tarim, Yaman tahun 1963 ini menjelaskan tentang peran sentral dan tanggung jawab mulia para dosen PAI dalam melakukan internalisasi nilai-nilai Islam dalam akal, kalbu, dan jiwa mahasiswa.

Menurut Habib Umar, melalui proses internalisasi yang baik, para mahasiswa diharapkan dapat mengartikulasikan ajaran Islam dengan baik, yakni ajaran Islam yang mengedepankan keterbukaan, persaudaraan, dan kemaslahatan. Bukan ajaran Islam yang radikal.

Ia mengatakan, radikalisme terjadi akibat pemahaman yang tidak tepat terhadap ayat-ayat Al-Quran yang bernada tegas, keras, dan permusuhan kepada nonmuslim. Pemahaman secara parsial terhadap ayat-ayat tersebut, antara lain disebabkan tidak melihat kesalinghubungan antar ayat (munasabat al-ayat), antar ayat dan sunnah, dan antar ayat dengan bagaimana Rasulullah SAW menerapkannya.

Di hadapan peserta, ia juga menjelaskan tentang bagaimana menyikapi perbedaan, termasuk dengan nonmuslim. Dengan orang kafir sekalipun, Al-Quran mengajarkan untuk mengedepankan kesabaran, kelembutan, dan penjelasan yang baik.

Sikap keras terhadap kaum kafir,ujarnya, bukan ditujukan untuk pribadi mereka, melainkan ditujukan pada sikap mereka. Ini menjadi isyarat bahwa secara prinsip, Islam itu mengedepankan semangat persaudaraan dan membangun harmoni. Ayat-ayat yang bernuansa konflik harus dipahami dalam bingkai kesadaran untuk menghilangkan kezhaliman dan kejahatan atas kemanusiaan.

Habib Umar menjelaskan, negara Islam tidak akan terwujud dengan revolusi, pemberontakan, atau aksi-aksi kekerasan. Namun, negara Islam hanya mungkin hadir ketika dalam diri masing-masing individu Muslim memiliki kesadaran untuk tunduk dan patuh kepada Allah SWT. Islam tidak dimunculkan dalam tataran simbol atau slogan, tetapi Islam harus menjadi elan vital untuk mencapai kemaslahatan bagi umat manusia.

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Uncategorized

To Top