Connect with us

DMI: Masjid Bukan untuk Kegiatan Politik

KABAR

DMI: Masjid Bukan untuk Kegiatan Politik

SYIARNUSANTARA.ID – Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin menegaskan DMI harus menjadi fasilitator masalah terkait masjid. Syafruddin meminta masjid tidak digunakan untuk aktivitas politik.

“Politik jangan dibawa ke masjid,” kata Syafruddin dalam forum kewirausahaan pemuda Islam di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Syafruddin memaparkan fungsi DMI adalah fasilitator warga dalam menggunakan masjid.

Penggunaan masjid sebagai tempat kampanye belakangan kerap dilakukan oleh para peserta pemilu, baik calon kepala daerah maupun calon anggota legislatif. Tak jarang, penggunaan masjid sebagai tempat kampanye malah menimbulkan masalah.

Atas dasar itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta Makmun al Ayyubi juga melarang penggunaan masjid sebagai tempat kampanye praktis.

“Masjid itu sifatnya untuk pembinaan umum. Kita ingin tegaskan saja ini juga merupakan kebijakan Dewan Masjid Indonesia (DMI), untuk tidak menggunakan masjid sebagai ajang kampanye praktis,” kata Makmun.

Makmun juga meminta kepada para takmir masjid untuk melakukan upaya pencegahan agar masjid tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk berkampanye.

“Ketika ada orang ingin gunakan masjid ditanya dulu tujuannya apa. Jangan kemudian nanti izinnya adalah melakukan pengajian, tapi isinya kampanye. Ini yang tidak benar,” ucap dia.

Sementara, Ketua Forum Silaturahim Takmir Masjid (FSTM) Jakarta Husny Mubarok Amir mengatakan fungsi masjid adalah sebagai tempat menebar rahmat. Sehingga dakwah di masjid bertujuan untuk menyejukan umat.

“Akan jadi bahaya kalau kampanye sampai di masjid, jamaah yang berbeda pilihan pasti akan terpecah belah,” kata Husny.

Saat ini, DMI akan mengembangkan masjid sebagai tempat wisata religi. Ada beberapa masjid di Cirebon yang akan jadi dijadikan tempat uji coba.

“Sudah dijadikan pilot project bulan depan akan kita launching di Cirebon, kita kombinasikan Kasunanan Kacirebonan, Wali Songo, Sunan Gunung Jati,” ucap Syafrudin.

Selain Cirebon, menurut Syafruddin, wilayah seperti Surabaya, Sumatera dan beberapa wilayah lain juga potensial dijadikan masjid wisata religi.

“Tidak hanya yang memiliki sejarah, masjid baru tapi dikenal masyarakat itu juga akan menjadi tempat wisata religi,” ungkap dia.

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top