Connect with us

Babinsa dan Babinkamtibmas Dianggap Berperan Penting Cegah Radikalisme

KABAR

Babinsa dan Babinkamtibmas Dianggap Berperan Penting Cegah Radikalisme

SYIARNUSANTARA.ID Bintara pembina desa (Babinsa) dan bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Babinkamtibmas) berperan sangat sentral dalam mendeteksi dan mencegah secara dini bibit-bibit radikalisme. Babinsa dan Babinkamtibmas harus berkoordinasi dan bekerja sama dengan seluruh komponen masyarakat dalam upaya deradikalisasi.

Demikian dikatakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di hadapan 2.600 keluarga besar TNI-Polri, tokoh agama, alim ulama, dan tokoh masyarakat pada acara buka puasa bersama dalam rangka Safari Ramadan Panglima TNI dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, di Markas Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Kamis (31/5).

Menurutnya, radikalisme bisa dicegah apabila setiap warga masyarakat sangat peduli pada lingkungan masing-masing dan membuka wawasan, serta mengembangkan cara berpikir dengan seluas-luasnya. “Umat muslim harus berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan terus belajar. Jangan terjebak pada pemahaman sempit yang justru menutup perintah untuk membaca tersebut,” ujarnya.

“Kita perlu bahu membahu untuk memberikan pemahaman yang positif, merangkul seluruh komponen bangsa serta mengambil tindakan preventif untuk mencegah radikalisme dan terorisme. Kita tidak ingin negeri ini menjadi seperti daerah-daerah konflik di belahan bumi lain,” tambah Hadi melalui keterangan dari Pusat Penerangan TNI.

Sangat diperlukan keterpaduan antara masyarakat luas dan aparat untuk membendung pengaruh radikalisme yang dapat berujung pada tindakan anarkistis dan aksi-aksi terorisme. Selain itu, sambung dia, diperlukan pula kepedulian para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya dari pengaruh radikalisme melalui media sosial.

“Saat ini banyak generasi muda yang terpapar radikalisme melalui media sosial dan pertemuan-pertemuan tertutup,” lanjutnya.

Panglima TNI dan seluruh prajurit TNI mengucapkan bela sungkawa atas jatuhnya korban akibat serangan teroris yang terjadi beberapa waktu lalu di Surabaya.

“Serangan tersebut menjadi bukti bahwa tindakan terorisme merupakan jalan yang salah dalam memperjuangkan keyakinan karena mencederai rasa kemanusiaan, merugikan, dan menyakiti orang lain dan bahkan termasuk anak-anak yang tidak berdosa,” tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top