Connect with us

Via Vallen dan Sikap Islam pada Pelecehan Perempuan

SUARA

Via Vallen dan Sikap Islam pada Pelecehan Perempuan

Via Vallen jadi trending topic di jagat maya lantaran curhatan-nya bahwa ia dikirimi pesan di Instagramnya oleh seorang pesepak bola Indonesia yang isinya pelecehan seksual. Pengakuan itu menuai pro dan kontra. Ada yang mendukung Via Vallen dan ikut mengutuk pesan pelecehan pesepak bola tersebut. Namun, ada juga yang memojokkan Via Vallen lantaran termakan oleh streotipe tentang pedangdut yang diidentikkan dengan perilaku erotis di panggung yang seolah berkaitan langsung dengan karakter seorang pedangdut yang memang mau diperlakukan tak senonoh. Dan pihak yang kontra itu di dalamnya juga banyak kalangan perempuan, yang seolah menunjukkan pada kita bahwa pintu masuk bagi streoripe buruk pada pedangdut atau bahkan perempuan secara umum bukan hanya lantaran sentimen gender, melainkan muncul dari pemahaman yang salah akan gender: perbedaan seolah berimplikasi langsung pada ketaksetaraan, bukan harmoni dalam kesetaraan.

Artikel ini akan menanggapi pihak yang kontra tersebut dengan perspektif keislaman. Selain karena memang mayoritas masyarakat kita adalah muslim dan Islam memang memiliki pengaruh kuat daam paradigma masyarakat kita. Juga lantaran Islam sejak awal turunnya memiliki visi agung dalam mengangkat derajat perempuan, sehingga memiliki sikap yang begitu tegas bagi sikap pelecehan pada perempuan.

Islam mengajarkan pada kita agar sangat berhati-hati dengan tuduhan “miring” pada perempuan. Sebab, Islam menyadari rentannya risiko tersebut, terlebih Islam memang turun di satu peradaban jahiliyah yang memang kental akan paradigma bias gender yang begitu kuat.

Apapun alasannya, Islam tak mentoleransi sikap yang tak berhati-hati dalam melayangkan tuduhan pada perempuan. Apalagi jika sekadar streotipe: pedangdut, wanita tak berkerudung, bertemu di jalan saat malam, dan lain lain.

Betapapun Anda sebagai muslim memiliki paradigma keislaman yang tak setuju pada semua wanita pedangdut, tak berkerudung, dan lain-lain itu, namun berhati-hatilah dengan pandangan dan sikap Anda soal itu. Apalagi langsung menuduh buruk atau hingga melecehkannya.

Pertama,meskipun Islam meminta perempuan menjaga hijab-nya, namun Islam menentang streotipe pada perempuan yang tak mengindahkan ajaran Islam. Karena Islam menekankan bahwa manusia tak pernah tahu isi hati orang lain. Dan tanpa kedalaman pengetahuan, yang tersisa harusnya pandangan dan sikap yang hati-hati. Sehingga dalam beberapa kisah, Islam mengajarkan bagaimana misalnya, seorang permpuan pelacur yang dijamin masuk surga lantaran memberi minum seekor anjing yang kehausan. Atau, dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad memuji seorang wanita pezina yang bertaubat dan dihukum mati dengan mengatakan bahwa jika taubatnya dibagikan pada seluruh penduduk Madinah, maka cukup untuk membawa penduduk Madinah saat itu untuk mendapatkan ampunan Allah.

“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.”

(QS. An-Nur: 4)

Kedua, kembali pada soal pelecehan pada perempuan, maka Al-Qur’an dalam QS. An-Nur: 4 begitu tegas pada siapa saja yang menuduh perempuan baik-baik dengan tuduhan “miring”. Menuduh perempuan manapun, betapapun dugaan Anda dengan melihat pakaian, sikap, dan lain lainnya, jika tanpa bukti dan saksi yang jelas dan cukup sesuai hukum Islam, maka penuduhnya langsung masuk dalam kefasikan, kesaksiannya tak boleh diterima selamanya, plusmasih mendapat hukuman dera. Ditambah lagi dalam QS. An-Nur: 23-25, penuduh itu dilaknat dunia-akhirat.

“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.”

(QS. An-Nur: 23)

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Nabi menyebut tuduhan itu sebagai salah satu dosa yang membinasakan, selain enam dosa lain seperti syirik dan membunuh. Bayangkan, begitu kerasnya Islam menghukumi mereka yang mudah menuduh pada perempuan. Itu baru menuduh. Apalagi jika sampai melecehkan. Nauzubillah!

Maka, kasus Via Vallen ini penting jadi momentum karena dalam catatan Komnas Perempuan, ribuan wanita (yangg melapor dan tercatat saja) mendapatkan pelecehan seksual tiap tahunnya di Indonesia.

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading
You may also like...
Husein Ja'far Al Hadar

Sarjana, Peneliti, dan Penulis Keislaman.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in SUARA

To Top