Connect with us

Pengelolaan Masjid di Indonesia Dipuji Imam Masjidil Haram

KABAR

Pengelolaan Masjid di Indonesia Dipuji Imam Masjidil Haram

SYIARNUSANTARA.ID – Imam Masjdiil Haram Syekh Hasan Bukhori mengunjungi Kantor Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Jalan Jenggala I nomor 3, Jakarta Selatan, Rabu (4/7). Kedatangan Syekh Hasan Bukhori disambut oleh Wakil Ketua Umum DMI Wakapolri Komjen Pol Syafruddin bersama pengurus DMI lainnya.

“Kami bersyukur silaturahim antara DMI dan Masjidil Haram terjalin erat dan baik,” jelas dia saat menerima kunjungan Syekh Hasan Bukhori.

Antara Kerajan Saudi dan pemerintah Indonesia memang sudah terjalin lama bahkan sejak sejarah peradaban Indonesia dan Islam di dunia. Banyak orang Indonesia yang menuntut ilmu di Saudi terutama alim ulama yang kini berdakwah di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut Syarifuddin mengakui sangat bersyukur Indonesia dengan penduduk muslim terbanyak di Indonesia memiliki masjid hingga 800 ribu sesuai data DMI tahun 2017. “Data jumlah masjid masih dalam pembaruan, tapi saya perkirakan masjid yang ada di Indonesia kini mencapai satu juta masjid,” jelas dia.

Masjid di Indonesia berbeda dengan masjid di negara lain. Pemerintah tidak secara langsung membangun dan mengelola masjid, melainkan melalui swadaya masyarakat begitu juga dalam pengelolaannya.

Hanya beberapa masjid yang pengelolaannya dibawah pemerintah, seperti Masjid Istiqlal. Dewan Masjid Indonesia, selain memfasilitasi sarana dan prasarana masjid, juga berusaha menjaga agar kegiatan masjid agar tetap suci.

Meski jumlah masjid di Indonesia sangat banyak, tetapi tak ada yang menyaingi kebesaran Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Namun banyaknya jumlah masjid dapat dilihat keindahannya yang tersebar seperti di Lombok, NTB yang memiliki 100 ribu masjid.”Masjid di Lombok dapat dilihat keindahannya seperti burung-burung yang berterbangan di atas awan,” tutur Syafruddin.

Syafruddin juga berterima kasih atas bantuan yang dilakukan Saudi untuk perkembangan Islam di Indonesia. Tahun ini Saudi telah banyak menyumbangkan Alquran hingga 100 ribu buah, begitu juga saat Ramadhan lalu, iftar buah kurma saat Ramadhan yang dikirimkan mencapai 20 kontainer.

Selain itu juga melalui DMI dan Kedubes Saudi di Indonesia, pemerintah Saudi memberikan undangan haji kepada 100 orang takmir masjid setiap tahun dan 500 orang takmir dan marbot masjid serta hafdz Alquran asal Indonesia.

Komjen asal bugis ini juga mengatakan Saudi sangat membantu dalam mempermudah visa haji dan umrah bagi masyarakat Indonesia. Kuota haji saat ini pun sudah 100 persen sehingga jamaah tak lagi mengalami penundaan.

Terkait dengan pengelolaan masjid, Syafruddin menegaskan bahwa DMI memfasilitasi pengelolaan masjid agar nyaman bagi umat Islam. Soal radikalisasi, dia menegaskan bahwa tidak ada kegiatan radikal di masjid. Masjid Indonesia saat ini masih tetap terjaga kesuciannya.

Imam Masjidil Haral Syekh Hasan Bukhori mengatakan bersyukur kunjungannya ke Indonesia dipermudah oleh pemerintah Indonesia.”Sangat wajar jika Indonesia memiliki ratusan ribu masjid di Indonesia, karena muslim di Indonesia merupakan terbesar di dunia termasuk jamaah haji yang selalu datang ke Saudi,” ujar dia.

Dia juga berterima kasih kepada DMI, karena seperti jejak Rasulullah di masa lalu, hal utama yang paling diperhatikan adalah masjid. Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, bangunan yang pertama dibangun adalah masjid, baru setelah itu rumah bagi istri-istri Rasulullah.

Dalam kesempatan ini pun Imam Masjidil Haram mengundang Komjen Pol Syafruddin untuk beribadah kembali ke rumah Allah. Syafruddin berjanji akan kembali umrah setelah musim haji tahun ini berakhir. Selain mengunjungi DMI, Hasan datang ke Indonesia juga dalam rangka untuk hadir dalam Konferensi Ulama se Asia Tenggara, Eropa dan Afrika ke 5 di Jakarta.

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top