Connect with us

Pimpinan Tinggi ISIS di Indonesia Tewas di Suriah

KABAR

Pimpinan Tinggi ISIS di Indonesia Tewas di Suriah

SYIARNUSANTARA.ID – Pimpinan tinggi ISIS Indonesia, Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo atau dikenal dengan sebutan Bahrun Naim(34 tahun) kembali dikabarkan tewas. Kali ini terduga teroris yang diidentifikasi Polri sebagai pemimpin ISIS Indonesia itu tewas dalam serangan drone di Suriah.

“Bahrum Naim tewas oleh serangan drone Amerika Serikat di Suriah sebelum Ramadan,” kata seorang sumber keamanan global kepada Channel News Asia, dikutip Kamis (5/7).

Dalam artikel berjudul Indonesian Islamic State leader in Syria killed in drone strike: Security source, sumber anonim tersebut mengatakan Bahrun Naim sebagai sosok berpengaruh dalam jaringan terorisme di Indonesia.

”Dia memengaruhi banyak orang untuk bergabung dengan ISIS. Bahrun Naim juga mengajarkan orang-orang bagaimana membuat bom dengan mengunggah banyak panduan pembuatan bom melalui aplikasi Telegram,” kata dia.

Pejabat keamanan global itu meyakini kematian Bahrun Naim akan mengurangi propaganda ISIS, perekrutan, panduan pembuatan bom, dan pendanaan untuk kegiatan teror di Indonesia. Seorang sumber kontraterorisme juga menyebutkan Bahrun Naim merekrut setidaknya 10 orang untuk merakit bom dan menjadi pelaku bom bunuh diri.

Bahrun Naim disebut-sebut sebagai dalang dan penyandang dana sejumlah serangan teror di Indonesia termasuk bom Sarinah pada 2016. Berdasarkan penyelidikan polisi, aksi terorisme itu dikendalikannya dari Raqqa, Suriah.

Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti saat menjabat Kapolri pernah menyebutkan jaringan pro-ISIS di Indonesia memilik empat pemimpin inti. Mereka yakni, Bahrumsyah, Bahrun Naim, dan Salim Mubarok At-Tamimi atau Abu Jandal yang kesemuanya dipimpin Aman Abdurrahman. Anggota kelima yakni Santoso, pemimpin Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang telah tewas ditembak Densus 88 Antiteror Polri.

Jauh sebelum melakukan aksinya, pada 2010 dia ditangkap polisi di Solo seusai mengambil kiriman peluru titipan kawannya. Bahrun divonis 2,5 tahun penjara atas pelanggaran Undang-Undang Darurat. Pada 2014 dia pergi ke Suriah.

Pada Juli 2017 Bahrun Naim masuk daftar figur penerima sanksi Dewan Keamanan PBB. Dia dianggap berpartisipasi dalam pembiayaan, perencanaan, memfasilitasi, mempersiapkan, atau melakukan tindakan atau kegiatan untuk mendukung ISIS dan merekrut orang-orang untuk organisasi teror.

Sesungguhnya bukan sekali ini saja Bahrun Naim dikabarkan tewas. Pada November lalu juga muncul informasi tentang kematian pria lulusan D3 jurusan ilmu komputer itu. Namun kabar tersebut tidak pernah terkonfirmasi.

Merespons laporan terbaru Channel News Asia tentang kematian Bahrun Naim, Mabes Polri mengaku belum dapat memastikan kebenarannya. “Saya tidak bisa berkomentar jika belum ada data yang akurat,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto kepada The Straits Times, Kamis (5/7).

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top