Connect with us

Belajar Menjadi Mayoritas dari Jerman

MARJA

Belajar Menjadi Mayoritas dari Jerman

Agama yang berpenganut paling banyak di Jerman adalah agama Kristiani, baik Katholik maupun Kristen Protestan. Dari sekitar 82 juta penduduk Jerman, jumlah penganut agama Kristiani mencapai sekitar 47 juta jiwa. 58 persen dari seluruh warga Jerman, dengan begitu, beragama Kristiani. Bersama orang-orang yang tak beragama (sekitar 28 juta jiwa atau 35 persen), umat Kristiani adalah pihak mayoritas di Jerman.

Meski menjadi mayoritas, umat Kristiani di Jerman tak bersikap arogan terhadap minoritas. Muslim merupakan minoritas di Jerman, karena hanya berjumlah sekitar 4,7 juta jiwa atau sekitar 5,7 persen populasi Jerman. Terhadap Muslim yang minoritas itu, umat Kristiani di Jerman tak hanya mentolerir ekspresi keagamaannya, tapi juga memberinya fasilitas, antara lain:

Pertama, Gereja St. Johannis di Berlin, memberikan ruangan khusus di dalam komplek gereja bagi Muslim untuk dijadikan masjid, dan diberi nama Masjid Ibn Rushd-Goethe. Nama itu dipilih karena para penggagasnya ingin melanjutkan warisan Ibn Rushd dan Goethe dalam relasi antara Islam dan Eropa-Kristiani.

Ibn Rushd adalah filsuf Islam di Abad Pertengahan yang mengomentari buku-buku Aristotle (filsuf Yunani abad ke-5 SM.) dan menginspirasi orang-orang Eropa menggunakan akal dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Goethe adalah sastrawan Jerman yang memberi apresiasi positif terhadap Islam, Al-Quran dan Nabi Muhammad saw. Karena berupaya mendialogkan Eropa dan Islam secara harmonis dan konstruktif, maka penggagas masjid tersebut menggunakan nama Ibn Rushd dan Goethe, sambil membuka masjid itu bagi berbagai aliran Islam dan berbagai orientasi seksual.

Kedua, Gereja St. Mary di Berlin menginisiasi pembangunan House of One. Satu tanah telah disediakan dan telah dibangun berlahan-lahan untuk dijadikan satu rumah ibadah untuk tiga agama Abrahamik: Yahudi, Kristiani dan Islam.

House of One adalah rumah ibadah di Berlin, Jerman, untuk tiga agama Abrahamik (Yahudi, Kristiani dan Islam) dalam satu atap.

Dinamai “House of One” (Rumah Satu) karena mengacu dan mengarah pada Yang Satu. Tiga agama tersebut adalah agama-agama monoteis, yang percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Akar tiga agama tersebut juga satu, yaitu Abraham (Nabi Ibrahim as.). Diharapkan tiga agama yang sejatinya satu itu menyatu untuk kebaikan dunia, karena itu satu atap untuk tiga agama didirikan dengan nama House of One.

House of One dan Ibn Rushd-Goethe Moschee mengada di Jerman karena kebaikan umat Kristiani yang memayoritasi Jerman. Pihak mayoritas di Jerman (yaitu Kristiani) tidak bersikap kekanak-kanakan dengan keinginan mendominasi segala sisi, justru bersikap dewasa dengan upaya mengayomi pihak minoritas (Islam).

Bagaimana dengan umat Islam yang menjadi mayoritas di Indonesia? Akankah umat Islam di Indonesia mempersulit umat Kristiani mendirikan rumah ibadah dan membikin resah umat Kristiani dalam menjalankan ibadah dan hari raya? Ataukah justru umat Islam di Indonesia mulai belajar mempraktekkan “kedewasaan mayoritas” ala orang-orang Jerman?

Yang mayoritas seharusnya mengayomi yang minoritas, sebagaimana yang tua seharusnya menyayangi yang muda; apalagi, selama ini, yang minoritas senantiasa menghormati yang mayoritas. []

Print Friendly, PDF & Email
Zainul Maarif

Dosen dan Peneliti di bidang Filsafat dan Agama. Alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir ini telah mempublikasikan beberapa buku: "Imam Syafi'i: Ar-Risalah" (2018), "An-Naisaburi: Kitab Kebijaksanaan orang-orang Gila" (2017), "Logika Komunikasi" (2015, 2016), "Ibnu Arabi: Rahasia Asmaul Husna" (2015), "Retorika: Metode Komunikasi Publik" (2014, 2015), "Pos-Oksidentalisme: Identitas dan Alteritas Pos-Kolonial" (2013), "Filsafat Yunani" (2012), "Al-Jauziyah: Surga Yang Dijanjikan" (2011), "Pos-Oksidentalisme: Dekonstruksi atas Oksidentalisme Hassan Hanafi" (2007), "Sosiologi Pemikiran Islam" (2003), "Dekonstruksi Islam: Elaborasi Pemikiran Hassan Hanafi dan Nasr Hamid Abu Zaid" (2003).

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in MARJA

To Top