Connect with us

Masyarakat Diimbau Waspadai Kelompok Radikal Kacaukan Pilpres

KABAR

Masyarakat Diimbau Waspadai Kelompok Radikal Kacaukan Pilpres

SYIARNUSANTARA.ID – Ketua Forum Komunikasi Alumni Afghanistan Indonesia, Ahmad Sajuli mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kelompok-kelompok garis keras, termasuk teroris, yang menyusup ke gerakan politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Jika tidak diwaspadai, kata dia, kelompok-kelompok itu bisa membaur ke masyarakat umum untuk memperluas pengaruh mereka.

“Mereka (kelompok garis keras, Red) melihat Indonesia di ambang konflik komunal. Peluang bentrokan bisa dimulai dengan memanfaatkan gerakan politik, salah satunya gerakan #2019GantiPresiden. Mereka pun ingin ada chaos di antara masyarakat Indonesia agar bisa mengambil peran,” ujarnya.

Menurut Sajuli, saat ini kelompok antirezim memang menemukan komunitas mereka, walau masing-masing memiliki agenda yang berbeda.

“Tetapi, kelompok garis keras akan terus ‘memasang mata dan telinga’ mereka menunggu saat yang ditunggu-tunggu, yaitu konflik masyarakat,” kata dia.

Ia mencontohkan generasi Alqaeda di Timur Tengah saat ini. Menurutnya, gerakan mereka sangat efektif dan mampu membaur bersama ribuan orang dalam sekali waktu.

Sajuli mengatakan, mereka bergerak dengan memanfaatkan sentimen keagamaan, cerdas dalam berorganisasi dan rapi, serta anggotanya juga disiplin.

“Inilah salah satu keunggulan yang disebut sebagai generasi baru milenial Alqaeda. Mereka adalah organisasi yang adaptif, yang telah memanfaatkan kekacauan dan gejolak perubahan revolusioner untuk menciptakan basis operasional serta rumah baru. Mereka menjadi lebih susah diprediksi, lebih otonom dan oportunis, serta lebih kuat. Sebab, Alqaeda bisa mendapatkan senjata baru, rekrutan baru, sumber dana baru, serta safe haven baru,” katanya.

Contoh lain adalah kelompok ISIS, yang mendapatkan keuntungan dari situasi chaos di sebuah negara. Walau tidak secerdas Alqaeda, keduanya merupakan ancaman bagi eksistensi sebuah negara, terutama negara yang menjunjung tingi pluralisme dan demokrasi.

“Apalagi, menjelang Pemilu 2019, gesekannya sudah terasa antara dua kubu pasangan capres dan cawapres. Maka, perlu diwaspadai agar jangan sampai upaya kelompok itu memanfaatkan isu politik justru efektif menjadi provokasi yang akan memecah belah anak bangsa,” kata dia.

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top