Connect with us

Kampanye Bernuansa SARA Diprediksikan Masih Marak di Pilpres 2019

KABAR

Kampanye Bernuansa SARA Diprediksikan Masih Marak di Pilpres 2019

SYIARNUSANTARA.ID – Kampanye dan politisasi suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) diperkirakan akan tetap marak pada Pilpres 2019. Masih maraknya penggunaan isu SARA ini tak lepas dari aturan maupun definisi tersebut tidak rinci dalam aturan berkampanye.

Pengamat politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti mengatakan, dalam aturan kampanye yang diatur Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya disebutkan tidak boleh mengandung unsur SARA. Akan tetapi, apa yang dimaksud dengan mengandung unsur SARA tersebut tidak jelas, ujarnya.

Ia mengatakan, penggunaan isu SARA digunakan untuk menafikan eksistensi atau hak seseorang untuk memilih atau dipilih maka hal itu jelas merupakan pelanggaran karena semua warga memiliki hak yang sama untuk dipilih maupun memilih.

Selain tidak ada definisi yang jelas, hukuman terhadap pelaku politisisasi SARA juga sangat ringan atau paling lama hanya satu tahun.

Sedangkan kalau di luar masa kampanye, hukuman karena memamfaatka isu SARA bisa mencapai lima tahun berdasarkan KUHP.

“Kalau ada imbauan untuk tidak memilih seorang calon anggota legiaslatif atau calon presiden yang bukan seagama, misalnya, maka apakah hal itu dianggap pelanggaran?,” katanya.

Seharusnya, kata Ray, kalau ada yang mengkampanyekan demikian maka hal itu seharusnya bisa ditindak karena bersifat memengaruhi orang. Karena tulah perlu aturan yang jelas dalam berkampanye.

“Kalau begitu banyak-banyaklah menggunaan isu SARA dalam berkampanye,” ujarnya.

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top