Connect with us

Menko Polhukam Serukan Masyarakat Aktif Bela Negara

KABAR

Menko Polhukam Serukan Masyarakat Aktif Bela Negara

SYIARNUSANTARA.ID – Menko Polhukam Wiranto menegaskan perlunya keterlibatan semua elemen masyarakat untuk terlibat dalam aksi bela negara.

Wiranto menjelaskan, perkembangan dunia global yang dinamis, menjadikan ancaman keamanan dalam suatu negara juga ikut berubah. Tidak lagi berupa peperangan, saat ini telah muncul banyak ancaman baru yang dapat mengganggu kedaulatan suatu negara.Pemerintah Indonesia juga mewaspadi ancaman keamanan dan kedaulatan nasional, yang saat ini tidak hanya berasal dari luar negeri, melainkan juga dari dalam negeri sendiri.

Wiranto mengatakan, pengenalan dan pemahaman mengenai beragam ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan bangsa, harus diketahui tidak hanya oleh aparat keamanan melainkan juga seluruh warga sipil. Upaya mengganti ideologi dan dasar negara merupakan ancaman nyata yang harus disikapi dengan tegas, terutama karena ancaman itu muncul dari dalam negeri itu sendiri.

“Dalam perkembangan dinamika internasional, ancaman bukan berarti hilang, beragam malah. Ada ancaman-ancaman narkoba, ada ancaman terorisme, radikalisme, kemudaian ada suatu ancaman baru yang kita sebut dengan cyber attack, dengan turunannya misalnya saja hoax, kemudian ujaran kebencian lewat media sosial, ini semua kan ancaman baru yang tidak boleh kita anggap enteng. Ancaman dari dalam itu jangan sampai kita biarkan terus berkembang, misalnya tadi orang yang tidak setuju dengan ideologi Pancasila, ya jangan merusak Pancasilanya, pergi saja dari Indonesia, bikinlah di tempat lain sana ideologinya,” tandasnya.

Melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara Tahun 2018-2019, pemerintah kata Wiranto, mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk terlibat dalam aksi bela negara. Aksi bela negara merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kedaulatan serta keberlangsungan negara, agar tidak sampai hancur dan punah akibat tidak adanya lagi semangat persatuan dan persaudaraan.

“Masing-masing itu nanti ada namanya modulnya, masing-masing mempunyai suatu cara untuk mereka punya kesadaran dalam rangka bela negara. Artinya apa, Wantanas nanti akan membuat modul utama, kemudian modul dilemparkan ke kementerian/ lembaga terkait, mereka akan buat modul sendiri, modul-modul itu akan disatukan nanti dalam konsep bela negara nasional, sesuai Instruksi Presiden nomor 7 tahun 2018,” tambah Wiranto.

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top