Connect with us

Perda Berdasar Agama Dinilai Mengkhawatirkan

KABAR

Perda Berdasar Agama Dinilai Mengkhawatirkan

SYIARNUSANTARA.ID – Direktur Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Djaweng mengatakan, peraturan daerah atau perda yang dirancang berdasarkan agama tertentu cukup mengkhawatirkan.

Sebab, menurutnya, akan memunculkan ketidakadilan di masyarakat, khususnya bagi yang berbeda agama.

“Perda yang berdasar agama tersebut cukup mengkhawatirkan karena akan membuat tidak adil masyarakat yang berbeda agama,” kata Robert.

Robert mencatat ada dua persoalan yaitu munculnya peraturan daerah (perda) yang berdasar agama dan korupsi kepala daerah.

Sementara untuk korupsi, Direktur KPPOD, Robert Endi Jateng mencatat, sepanjang 2015-2018 ada 348 kasus korupsi yang menjerat kepala daerah di berbagai daerah. 211 di antaranya menjerat bupati.

“Kalau bicara noda hitam, bicara musuh bersama yang di depan kita adalah korupsi. Kalau Presiden Jokowi mengatakan politik Sontoloyo, maka buat saya yang sontoloyo ini adalah para koruptor. Ini yang seharusnya menjadi musuh bersama kita karena desentralisasi digerus dan menggerus Indonesia,” jelas Robert Endi Djaweng.

Robert mengatakan perlu ada gerakan sosial bersama dan perbaikan sistem politik untuk mengatasi persoalan korupsi di berbagai daerah di Indonesia.

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top