Connect with us

KBI Bertekad Bumikan Kembali Pancasila

KABAR

KBI Bertekad Bumikan Kembali Pancasila

SYIARNUSANTARA.ID – Komunitas Bela Indonesia (KBI) terus menggelar pelatihan Juru Bicara Pancasila di berbagai daerah. Kali ini, KBI menggelarnya di Bumi Lancang Kuning atau Lampung dengan menggandeng Lentera Hukum dan Metro Lampung. Pelatihan itu  diikuti oleh tokoh lintas agama, aktivis mahasiswa, guru, dosen, aktivis LSM, aktivis sosial media, jurnalis, dan sejumlah komunitas lainnya di Lampung.

“Di Lampung perlu sebuah gerakan untuk menguatkan kembali persatuan dan perdamaian di atas keberagaman. Itulah pentingnya Pelatihan Juru Bicara Pancasila ini,” ujar M Nasrudin, panitia pelatihan KBI dan juga pembina Lentera Hukum.

Ia mengatakan, Lampung merupakan salah satu daerah dengan beragam etnik dan agama. Keberagaman itu juga menjadi masalah sendiri, sebab di Lampung rawan terjadi konflik.

Nasrudin menambahkan, pelatihan itu diharapkan bisa menumbuhkan komitmen aktivis di Lampung untuk menjaga Indonesia, khsususnya Lampung sebagai rumah bersama.

“Hasil pelatihan ini diharapkan tumbuh komitmen persaudaraan dan persatuan peserta untuk menjaga persatuan sebagai salah satu nilai dalam Pancasila,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan KBI Jakarta Yusep MS menyatakan, dilaksanakannya pelatihan itu dipicu oleh adanya tren penurunan dukungan masyarakat pada Pancasila sebagai perekat kebangsaan Indonesia.

“Dalam survei LSI Denny JA, selama 13 tahun terakhir, dukungan masyarakat pada Pancasila terus mengalami penurunan. Pada 2005, dukungan terhadap Pancasila sebanyak 85 persen dan pada 2018 dukungan tersebut menjadi 75 persen atau menurun sebanyak 10 persen dalam kurun waktu 13 tahun terakhir,” tegasnya.

Yusep menambahkan, tahun 2004 dan 2005 adalah awal media sosial diperkenalkan. Di tahun itu pula, berbagai ide dan gerakan bertarung di media sosial, termasuk ideologi di luar Pancasila. Saat terjadi pertarungan ide di media sosial tersebut, kelompok yang dinyatakan silent majority cenderung diam di tengah arus pertarungan ide dan gagasan tersebut.

“Kita bisa jujur, bila kini, media sosial tidak hanya diwarnai oleh konten-konten positif, tapi juga konten yang memecah belah bangsa, seperti peredaran hoaks dan ujaran kebencian atas nama apapun,” tambahnya.

Pelatihan Juru Bicara Pancasila yang digelar di Sparks Convention, Lampung Tengah dari 9–12 November 2018 itu juga diisi materi terkait isu kebangsaan dengan titik tekan masalah terorisme. Selain itu, di era transformsi ide di media sosial ini, peserta juga dibekali life skilltentang menulis, berdebat, serta ujung tombaknya adalah pelatihan manajemen sosial media.

Sementara secara konten, KBI juga menyediakan buku rujukan berjudul Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia, sebagai semacam buku panduan hidup di tengah masyarakat yang beragam. Buku itu ditulis oleh Denny JA dan Tim. Buku tersebut berisi kerangka teoritis dan rujukan praktis bagaimana membangun Indonesia yang damai, toleran, dan bebas dari terorisme.

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top