Connect with us

Menang: Hindari Politisasi Agama

KABAR

Menang: Hindari Politisasi Agama

SYIARNUSANTARA.ID – Menteri Agama Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak para politikus tidak melakukan politisasin agama untuk mendapatkan kekyasaan baik melalui Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Politisasi agama untuk mendapatkan kekuasaan, menurut Menag, akan dapat menyebabkan terjadinya perpecahan di tengah masyarakat. Sebab selam ini masyarakat dikenal sangat toleran dan saling menghormati keragaman dan menjunjung tinggi nilai-nilai religiusitas.

“Marilah berpolitik dengan melihat esensi agama dari nilai-nilai universalnya, menegakkan keadilan, menghormati dan melindungi hak dasar manusia,” kata Menag usai menjadi pembicara kunci dalam Simposium Internasional tentang Kehidupan Keagamaan, di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Simposium yang dilaksankan oleh Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) bekerja sama dengan Kementerian Agama yang dihadiri lebih tokoh agama dan budayawan dari 15 negara.

Lebih lanjut Menteri Agama mengatakan, setiap agama memiliki esensi kesamaan dari setiap ajaran pokoknya.

“Sebagai masyarakat religius bangsa kita tidak boleh meninggalkan ajaran pokok agama kita, karena kita semua menjalani kehidupan ini berorinetasi pada nilai ajaran pokok tersebut,” katanya.

Pendapat senada juga disampaikan oleh peneliti ICRS Dicky Sofjan. Ia mengatakan, agama tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik meraih kekuasaan.

“Jangan sampai agama dimainkan tapi sebaliknya spirit dari ajaran agama itu yang dijalankan,” katanya.

Menanggapi pelaksanaan simposium internasional yang dilaksanakan ICRS ini, Menag mengakui tema yang dibahas dalam simposium tersbeut relevan dengan kondisi kehidupan beragama di Indonesia maupun di dunia.

“Saya sangat bersyukur karena tema sangat relevan tidak hanya bagi bangsa Indonesia tapi dunia,” katanya.

Ia menambahkan hasil simposium ini nantinya bisa menghasilkan beberapa rekomendasi yang bisa menjadi rujukan bagi pemerintah, kalangan agamawan dan budayawan serta para akademisi di kampus.

“Nantinya bisa ditindaklanjuti pemerintah,kalangan akademisi, agamawan dan budayawan,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top