Connect with us

Jelang Pemilu, Seluruh Elemen Masyarakat Diajak Tetap Bersatu

KABAR

Jelang Pemilu, Seluruh Elemen Masyarakat Diajak Tetap Bersatu

SYIARNUSANTARA.ID – Suhu politik jelang Pemilu serentak 2019 kian memanas, semua elemen masyarakat diajak untuk tetap bersatu dan tidak mudah terhasut provokasi.

Ajakan itu disampaikan Direktur Keamanan Negara (Dirkam) Baintelkam Mabes Polri, Brigjen Djoko Mulyono saat jadi pembicara diskusi “Membangun Kebersamaan Antara Polri dan Segenap Elemen Masyarakat dalam Membendung Intoleransi” di kawasan Setiabudi, beberapa waktu lalu.

“Jangan mudah percaya dengan bisikan setan yang berujung perpecahan dan gerakan intoleransi. Semua elemen masyarakat harus tetap bersatu jangan tercerai-berai,” tegas Djoko Mulyono.

Lebih lanjut, Jenderal bintang satu ini berpesan agar tetap menanamkan kembali Pancasila untuk saling toleransi, menghargai dan menghormati.

“Jangan sebaliknya suka mengkafirkan orang. Kita harus kembali memikirkan bangsa ke depan, jangan sampai anak cucu kita nanti menjadi korban,” kata Djoko Mulyono.

Di forum yang sama, Presiden Majelis Dzikir RI 1 Habib Salim Jindan Baharun memuji revolusi mental yang digaungkan Presiden Joko Widodo.

“Presiden kita luar biasa cerdasnya, karena beliau digerakkan lidahnya dengan mengeluarkan revolusi mental. Revolusi mental itu baik sesuai amanat Bapak Presiden Jokowi tapi masalahnya sekarang revolusi mental itu sudah hilang. Makanya kita butuh revolusi mental itu betul,” bebernya.

Habib Salim meminta agar kembalikan lagi revolusi mental Jokowi dengan amal agama, dan saling mengingatkan. Kata dia, semua anak bangsa wajib bersatu menangkal intoleransi. Dia juga mengakui jika jelang Pilpres intoleransi sangat berpotensi terjadi.

“Sebenarnya gampang mengantisipasinya. Cara counternya gampang, kumpulkan para tokoh-tokoh yang dianggap keras dan intoleran, ajak zikir bersama ingatkan kapan sih kita mati, ajak mereka nangis bersama, apakah kita merasa paling beriman dan beragama. Pakai konsep mengingatkan diri,” pesan Habib Salim lagi.

“Kalau ada yang dianggap garis keras dan suara intoleransi khilafah, kita pandang mereka sebagai anak bangsa, jangan pandang sebagai musuh dan orang menakutkan. Anggap mereka anak yang lagi nakal dan butuh dirangkul dan mereka hanya cari perhatian,” tambah dia lagi.

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in KABAR

To Top